Selasa, 28 September 2010

Salahkah aku?

Aku gak pernah menyangka pernikahan yang ku bangun dengan cinta dan kasih sayang akan segera berakhir. Entah apa yang ada difikianku,setelah semua aku jalani selama 1 tahun, aku merasa tidak bahagia. Padahal aku tahu ‎ suamiku adalah suami yang baik dan sangat mengerti agama, ya bisa dibilang dia calon pemuka agama. Aku bangga bisa menjadi istrinya, pada mulanya, tapi aku memang wanita biasa, yang haus akan kebebasan, yang haus bersosialisasi dengan teman-teman ku,entah melalui jejaring sosial ataupun kongkow bareng mereka. Semua bermula dari larangan suami aku untuk kembali bekerja setelah menikah, dia menginginkan aku menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak, dan menjadi istri shalehah. Aku gak pernah menyalahkan keinginan suamiku itu, tapi orientasi dia sangat berbeda dengan tujuan hidup aku, dia sangat mementingkan kehidupan abadi, kehidupan akhirat. Tapi aku, aku masih silau dengan keindahan duniawi, aku masih ingin menikmati hidup. Kenikmatan hidup versi aku adalah kebebasan. Aku sering berdebat dengannya hanya karena prinsip kita yang berbeda, itu semua membuat aku merasakan hampa. Perasaan sayang yang ada pada saat pertama menikah, luntur begitu saja. Aku memilih ƙα̇̇̇̊α̇̇̇̊ßúúяяя•*˚*• kerumah orang tua, dan tak bisa dihindarkan, mereka pun mengetahui apa yang sedang dialami anaknya ini. Mereka tentu saja bersedih, tapi mereka pun tak mampu melihat penderitaan anaknya yang merasa tertekan hidup berumahtangga. Hingga ayah ku menyanggupi akan membereskan semua dengan suamiku. Sungguh aku berada dalam dilema yang sangat membuatku bimbang, aku merenung dan bertanya pada diri sendiri, apakah aku salah? Dalam kebimbangan, aku kembali pulang, mencoba kembali menjalani hari dengan suamiku, tapi tetap aku tidak bisa. Aku silau dengan kesenangan sesaat, kata suamiku, saat aku mengutarakan keinginanku untuk terbebas dari belenggunya. Aku tidak pernah merasa nyaman berada didekatnya, bahkan saat dia mendekatiku sebagai suami, aku takut. Dosakah aku? Salahkah aku? *cerita seorang sahabat*

Salahkah aku?

Aku gak pernah menyangka pernikahan yang ku bangun dengan cinta dan kasih sayang akan segera berakhir. Entah apa yang ada difikianku,setelah semua aku jalani selama 1 tahun, aku merasa tidak bahagia. Padahal aku tahu ‎ suamiku adalah suami yang baik dan sangat mengerti agama, ya bisa dibilang dia calon pemuka agama. Aku bangga bisa menjadi istrinya, pada mulanya, tapi aku memang wanita biasa, yang haus akan kebebasan, yang haus bersosialisasi dengan teman-teman ku,entah melalui jejaring sosial ataupun kongkow bareng mereka. Semua bermula dari larangan suami aku untuk kembali bekerja setelah menikah, dia menginginkan aku menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak, dan menjadi istri shalehah. Aku gak pernah menyalahkan keinginan suamiku itu, tapi orientasi dia sangat berbeda dengan tujuan hidup aku, dia sangat mementingkan kehidupan abadi, kehidupan akhirat. Tapi aku, aku masih silau dengan keindahan duniawi, aku masih ingin menikmati hidup. Kenikmatan hidup versi aku adalah kebebasan. Aku sering berdebat dengannya hanya karena prinsip kita yang berbeda, itu semua membuat aku merasakan hampa. Perasaan sayang yang ada pada saat pertama menikah, luntur begitu saja. Aku memilih ƙα̇̇̇̊α̇̇̇̊ßúúяяя•*˚*• kerumah orang tua, dan tak bisa dihindarkan, mereka pun mengetahui apa yang sedang dialami anaknya ini. Mereka tentu saja bersedih, tapi mereka pun tak mampu melihat penderitaan anaknya yang merasa tertekan hidup berumahtangga. Hingga ayah ku menyanggupi akan membereskan semua dengan suamiku. Sungguh aku berada dalam dilema yang sangat membuatku bimbang, aku merenung dan bertanya pada diri sendiri, apakah aku salah? Dalam kebimbangan, aku kembali pulang, mencoba kembali menjalani hari dengan suamiku, tapi tetap aku tidak bisa. Aku silau dengan kesenangan sesaat, kata suamiku, saat aku mengutarakan keinginanku untuk terbebas dari belenggunya. Aku tidak pernah merasa nyaman berada didekatnya, bahkan saat dia mendekatiku sebagai suami, aku takut. Dosakah aku? Salahkah aku? *cerita seorang sahabat*

Minggu, 08 Agustus 2010

Get well soon, my son...


Mirza...
Maafin ibu ya... ibu gak bisa nemenin kamu, padahal kamu lagi sakit. Bukannya ibu gak mau nemenin kamu, ngerawat kamu waktu kamu sakit, tapi hari ini hari senin, ibu harus kembali kerja.
Mirza...
Maafin ibu ya... ibu gak bisa menimang kamu saat kamu rewel gak bisa tidur karena badanmu demam. Bukannya ibu lelah, tapi tangan ibu terlalu jauh untuk menjangkaumu.
Mirza...
Maafin ibu ya...ibu pasti jadi yang terakhir tahu perkembangan kmu, karena ibu cuma seminggu sekali pulang. Bukannya ibu gak perhatian, tapi ibu harus bagaimana lagi??
Apakah ibu harus meninggalkan semua pekerjaan ibu??
Mirza...
Ibu lakukan semua untuk kamu, mungkin dulu ibu lakukan ini untuk diri sendiri, tapi sejak kehadiran kamu, ibu lakukan semua untuk kamu.
Mirza...
Memang ibu gak nemenin kamu saat kamu sakit, tapi ibu selalu merasakan rasa sakit kamu... dan itu semua membuat ibu gak tenang...
Memang ibu gak bisa menimang kamu saat kamu rewel, tapi hati ibu selalu mendekap kamu...
Memang ibu adalah orang yang terakhir tahu perkembangan kamu, tapi setiap ibu pulang, ibu selalu ingin membawakan oleh-oleh buat kamu agar kamu bisa memaafkan ibu..
Memang ibu hanya seminggu sekali memeluk kamu, tapi doa ibu selalu menyertai kamu,
Memang ibu hanya seminggu sekali bermain dengan kamu, tapi ibu selalu bermain dengan kamu, walaupun hanya dalam mimpi...
Mirza...
Ibu ingin kau menjadi anak yang sholeh..
Ibu ingin kau menjadi anak yang baik..
Ibu ingin kau menjadi anak yang pintar..
Itu harapan ibu selalu...
Walaupun ibu tidak bisa selalu menemani kamu...
Mirza...
Sekarang kamu lagi sakit... tapi ibu gak bisa nemenin kamu...
Ibu disini berdoa agar kamu cepat sembuh... agar kamu tertawa lagi seperti sediakala..
Mirza...
Get well soon, my son...
And How I Miss U....

Kamis, 05 Agustus 2010

Mirza.... Ibu Kangen...



Anakku, maaf ya waktu ibu cuma sebentar bersama kamu, itu semua karena ibu harus mengejar impian, sebuah masa depan yang kelak kau akan mengerti. Ibu yakin, secepatnya kita bisa bareng lagi, kumpul bersama lagi.
Anakku, ibu selalu berdoa untuk kamu, ibu selalu mendoakan agar kelak kau menjadi anak yang shaleh, anak yang berbakti dan anak yang pintar...
Anakku, ibu harap kau selalu sehat disana, ibu juga berharap kau menjadi anak yang mandiri, karena ibu yakin kau akan kuat...
Anakku, ibu akan pulang besok, tunggu ibu ya...
Anakku, ibu kangen baget sama kmu....

Love U

Rabu, 04 Agustus 2010

Menjelang Shubuh.....

wahhhh... jadi gak ngantuk nich ... gara2 wifi dah bisa connect... bener berarti dunia maya sekarang sudah seperti candu... apalagi klo dah nge-games online.. bisa ngabisin waktu seharian dpn notebook... hanya untu ngegames atau browsing berita terbaru atau gosip terbaru... walah bener dunia ini skrang dah makin canggih aja... apapun bisa diposting lewat alat kecil ini.. daari mulai anak sekolah sampe kakek atau nenek, dah mulai familiar dengan internet... skrg dah jam 00.41 wib, tp aku masih didepan laptop dan berfikir... apalagi ya yg mau aku tulis untuk sekedar berbagi dengan teman2???
bagaimanapun, kita harus tetap mengikui perkembangan zaman,,, jgn sampe dibilang katro... so update terussss status dan tulisan2, buat melatih kita mengungkapkan isi dalam otak... haahhahahah...
met bobo semuanya....

Selasa, 03 Agustus 2010

Tanya Dalam Hati

4 tahun ku arungi hidup bersamamu...
Sekian lama bersama, tak pernah sekalipun kau mengeluhkan mengenai aku... Kaupun selalu menerima aku apa adanya,
Tapi kini, pecahlah pertengkaran kita karena masalah yang sebenarnya bisa dibilang bukan masalah..
Entah mengapa saat itu aku benar-benar tak bisa menahan emosiku, ku maki kau, juga sebaliknya, sampai kau mengucapkan bahwa kau sudah tidak kuat menjalani semua ini bersama...
Mengapa????
Kau bisu!!!
Ku mohon agar kau katakan padaku, mengapa???
Kau tetap bisu....

Malam itu, aku pun membisu... berusaha memejamkan mataku yang berlinang air mata...
Sungguh aku tak mengerti, mengapa kau katakan seperti itu...

Mataku lelah menangis,dan lelah tak tidur setelah melakukan perjalanan dinas ke yogyakarta selama 3 hari.... dan kau menambah aku tak bisa pejamkan mata ini...
Matahari menyapaku dengan senyum, tapi aku tak membalas senyumnya, senyumku sudah luntur karena air mata ku tadi malam,,,
Kubalikkan badan untuk melihat apakah kau masih berada dibelakangku, tapi ternyata yang kudapati hanya bantal dan guling,

Kumelangkah dengan gontai, merasa separuh jiwa melayang, kuseduh kopi dan kumulai menyalakan rokok, ku melamun depan tv yang entah sedang menyiarkan apa...
Kucoba hubungi dia lewat ponselku, tidak ada jawaban...
"Dia benar-benar meninggalkanku....!!!" jeritku...
Kucoba untuk tetap berfikir jernih, menguasai keadaan hati yang berkecamuk...
Tiba-tiba ponselku berbunyi, tetulis disitu "AYAH" memanggil... Kuangkat dengan nada suara yang bergetar, entah kenapa... sebelum ini aku wanita yang tegar...

"Say,,, maafin aku ya... Aku salah... Maaf ya... dan tolong soal kemarin ga perlu dibahas lagi...Aku sayang kamu..." begitu dia bilang...
Aku gak bisa ngomong apa-apa, aku terdiam terpaku entah apa yang ada di hati... senang?? atau sedih?? semua bercampur jadi satu...

Ku tutup telefonnya.. dan aku kembali merenung...
Semua kehidupan ku kembali seperti semula, seperti tidak pernah ada apa-apa...
Tapi atas ketidakberanianku membahas kembali masalah itu, kini ada tanya dalam hati yang selalu menggangguku.... Aku tak pernah berani menanyakannya lagi...
Keadaan kembali seperti dulu, tapi hatiku tak pernah kembali seperti dulu...

Redenominasi????

Apa itu redenominasi??
Berdasarkan berita yang saya baca, redenominasi itu penyederhanaan atau pengurangan nominal mata uang tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Jadi, kalo uang Rp. 1000 akan disederhanakan menjadi Rp. 1,-, tetapi nilai tukar Rp. 1,- itu sama dengan Rp.1000. Dengan adanya wacana bahwa BI akan melakukan redenominasi rupiah, menyebabkan sebagian masyarakat resah, apakah akan terjadi inflasi?? Oh, tentu saja jangan sampai terjadi inflasi....!!!
Redenominasi itu sendiri tidak sama dengan sanering, kalo sanering itu yang dipotong adalah nilai mata uang...
HAl ini perlu dimengerti oleh masyarakat, agar tidak terjadi kesalahan persepsi. Oleh karena itu BI harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan baik.
Ya mudah-mudahan, kebijakan ini kalaupun diterapkan telah dipertimbangkan dengan baik dampaknya terhadap perekonomian kita, jangan asal coba-coba... kasian rakyat... Seperti slogan sebuah iklan : "Buat Rakyat kok coba-coba...."